NEGERIKU “PEMBERSIH” LIMBAH LAUT “TERMUSUHI” Segelas kopi pahit menemani malam ku yang sunyi, dengan di temani suara yang mengalun pelan dari sebuah “kotak” bersinar yang mampu manampilkan suguhan-suguhan beserta informasi dari Negeriku. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB, mata sudah mulai terombang-ambing tubuh terasa lemah ketika melihat tumpukan “kapas” yang sudah terajut dan terbungkus rapi menjadi sebuah alas tidur, akan tetapi kotak bersinar itu masih menemaniku dan selalu menjagaku di tiap malamnya. Di saat mata sudah tidak tertahankan, panca indra pendengarku masih mampu mendengar dengan jelas apa yang di teriakkan oleh kotak tersebut … yaa tak lain dan tak bukan adalah NEGERIKU “PEMBERSIH” LIMBAH LAUT “TERMUSUHI”.
Tanpa sadar akupun mulai terbangun dari tumpukkan kapas yang sudah terajut dan terbungkus rapi menjadi sebuah alas tidur dan mulai mendengar serta melihat dengan seksama apa yang dilakukan dan diperbincangkan di dalam kotak bersinar tersebut. Aku ingin memastikan apakah indra pendengarku masih bekerja secara optimal, maka indra penglihatku pun juga memastikan kebenaran dari apa yang sudah aku dengar sebelumnya. Mataku langsung menangkap percakapan 2 orang wanita yang di depannya disaksikan oleh puluhan bahkan ratusan orang dan selalu di iringi gelak tawa serta tepuk tangan meriah mendengar dialog dari ke 2 wanita hebat tersebut.
Tak terasa tubuhku yang sebelumnya lemah karena efek dari pekerjaan rutin di siang hari langsung terobati setelah melihat dan mendengar percakapan dari 2 wanita tersebut.
Ke 2 wanita ini sedang asyik membicarakan laut di Negeriku mulai dari pencurian hasil laut, penyelundupan hasil laut, perbudakan dan perdagangan illegal yang semuanya “bisa” dilakukan di laut Negeriku. Salah satu wanita tersebut saat ini bekerja sebagai “PEMBERSIH” laut di Negeriku, sungguh pekerjaan yang berat dan melelahkan mengingat Negeriku sebagian besar adalah lautan. Ancaman dan gunjingan selalu menemani hari-hari wanita ini, namun demi menjaga dan membersihkan laut Negeriku ini, wanita tersebut mengabaikan semua itu hanya untuk menjadikan laut di negeriku tetap terjaga Kebersihannya dari segala macam ancaman.

Bluuuaaarrrr … bunyi ledakan penenggelaman kapal asing yang selalu menggerogoti kekayaan laut negeriku berhasil ditenggelamkannya, akan tetapi banyak yang mengkritik “kalau hanya menenggelamkan sayapun bias melakukannya” yaaa… memang semua orang pasti bisa melakukannya bahkan anak SD pun juga bisa memencet tombol otomatis dari peledakan tersebut, akan tetapi apakah si pengkritik mempunyai KEBERANIAN untuk itu??
Policeline terlihat menyelimuti beberapa perusahaan-perusahaan besar penangkapan ikan Ilegal yang sebagian besar dimiliki oleh pengusaha asing dan konglomerat-konglomerat, sungguh suatu keberanian besar yang dilakukan oleh wanita hebat ini, tapi apa yang didapatkannya?? Yaaaa tak lain dan tak bukan adalah kritik lagi yang katanya “banyak nelayan yang kehilangan mata pencarian” yuuuppp that’s right. Pertanyaannya apakah yang kehilangan mata pencarian itu murni nelayan yang bekerja dan menghasilkan untuk negeriku ataukah nelayan, pengusaha dan konglomerat yang bekerja dan menghasilkan untuk perut sendiri dan negeri asing?? I don’t now yang pasti ada seseorang atau sekelompok orang yang merasa dirugikan dan bukan Negeriku yang dirugikan.
Di akhir ceritapun banyak isu ataupun apalah namanya yang menyebutkan bahwa Wanita hebat ini di usulkan agar berhenti menjadi “PEMBERSIH” lautan di negeriku. Aku hanya tertegun dan sekaligus terkagum melihat dan mendengar obrolan yang keluar dari kotak bersinar tersebut sehingga di pikiranku muncul satu kalimat yaitu NEGERIKU “PEMBERSIH” LIMBAH LAUT “TERMUSUHI”.
ADS HERE !!!