Demam pada anak sering terjadi. Demam bukanlah sejenis
penyakit, tapi demam adalah tanda sistem pertahanan tubuhnya sedang aktif
bekerja. Tidak jarang tubuh balita terasa hangat dan jika diukur hanya naik 0,5
derajat dibandingkan suhu tubuh normal, 36 derajat Celsius. Jika balita panas
lebih dari 37 derajat Celcius, maka balita dikatakan demam.
Penyebab umumnya adalah adanya infeksi, terutama infeksi
virus. Bila tubuhnya mampu mengatasi infeksi tersebut, suhu tubuhnya akan
kembali normal dengan sendirinya. Ibu tetap bisa tenang, apalagi jika saat
demam pada balita mereda. anak relatif masih aktif atau mau main, dan tampak
riang.
Ketika anak demam, Mama segera mengusahakan agar demamnya
turun dengan berbagai cara. Dalam laporan terbaru di jurnal Persatuan Dokter
Anak Amerika tentang demam anak disebutkan bahwa orangtua sebaiknya berkonsentrasi
untuk membuat anak merasa nyaman ketika demam dibanding menurunkan suhunya.
Karena penyebab demam bisa beragam, usaha menurunkan panas juga bisa
memperlambat kesembuhan.
Beberapa hal yang perlu diketahui orangtua mengenai demam
adalah demam bukanlah penyakit utama, kondisi ini merupakan reaksi tubuh
alamiah terhadap suatu penyakit. Demam bisa pertanda tubuh sedang melawan
infeksi karena suhu yang tinggi tersebut memperlambat pertumbuhan bakteri
ataupun virus.
Oleh karena itu usaha mengatasi demam yang salah bisa
memperpanjang masa sakit. Hal ini berbeda dengan pendapat orangtua sebelumnya
bahwa demam bisa memperburuk suatu kondisi penyakit ataupun berdampak buruk
secara umum terhadap anak mereka. (apakah Mama sempat berpikir demam membakar sel
saraf anak? Mulai sekarang tidak perlu, Ma).
Banyak orangtua juga mencemaskan kejang demam. Obat penurun
panas tidak terbukti dapat mencegah terjadinya kejang demam. Kejang (jika
terjadi) biasanya disebabkan oleh kenaikan suhu tubuh yang pesat di tahap awal
infeksi, seringkali sebelum para orangtua menyadari anaknya terkena demam.
Saat demam biarkan anak tersebut istirahat. Walaupun Anda
berharap ia minum obat, tunggu saja saat ia terbangun meskipun jadwal pemberian
obat penurun panas sudah berlalu. Hati-hati saat memberi obat ya, Ma. Pastikan
dosisnya sesuai aturan di kemasan. Jika Anda memberi obat penurun panas
golongan acetaminophen ataupun ibuprofen, pastikan Anda tidak memberi obat
batuk atau flu yang mengandung antipyretic. Pemberian dua jenis obat tersebut.
secara bersamaan dapat menimbulkan overdosis.
Hingga bayi berusia 4 bulan, jika ia demam hingga 38,5
derajat Celcius, orangtua harus segera menghubungi dokter anak. Meskipun
begitu, usahakan tidak hanya berfokus pada angka-angka di termometer. Yang
paling utama, obat penurun panas sebaiknya digunakan sebagai bantuan untuk
membuat anak merasa nyaman. Jika walaupun demam anak terlihat tenang dan tidak
rewel, Anda tidak harus memberinya obat penurun panas.
ADS HERE !!!